Management Koperasi Simpan Pinjam

Mekanisme pendirian koperasi terdiri dari beberapa tahap :
  • Pertama adalah pengumpulan anggota, karena untuk menjalankan koperasi membutuhkan minimal 20 anggota.
  • Kedua, para anggota tersebut akan mengadakan rapat anggota, untuk melakukan pemilihan pengurus koperasi (ketua, sekertaris, dan bendahara).
  • Setelah itu, koperasi tersebut harus merencanakan anggaran dasar dan rumah tangga koperasi itu.
  • Lalu meminta perizinan dari negara.
  • Barulah bisa menjalankan koperasi dengan baik dan benar.
Tugas manajemen koperasi adalah menghimpun, mengkoordinasi dan mengembangkan
potensi tersebut menjadi kekuatan untuk meningkatkan taraf hidup anggota sendiri melalui
proses nilai tambah? Hal itu dapat dilakukan bila sumber daya yang ada dapat dikelola secara
efisien dan penuh kreatif (inovatif) serta diimbangi oleh kemampuan kepemimpinan yang
tangguh. Manajemen koperasi memiliki tugas membangkit potensi dan motif yang tersedia yaitu
dengan cara memahami kondisi objektif dari anggota sebagaimana layaknya manusia lainnya.
Pihak manajemen dituntut untuk selalu berfikir selangkah lebih maju di dalam memberi manfaat
banding pesaing, hanya dengan anggota atau calon anggota tergerak untuk memilih koperasi
sebagai alternatif yang lebih rasional dalam melakukan transaksi ekonominya.
1. Rapat Anggota
Rapat Anggota merupakan kolektibilitas suara Anggota sebagai pemilik organisasi dan
juga merupakan pemegang kekuasaan tertinggi. Dalam Undang-Undang RI No 25 Tahun 1992,
Tentang Perkoperasian Pasal 23 disebutkan bahwa Rapat Anggota menetapkan:
  • Anggaran Dasar,
  • Kebijakan umum dibidang organisasi, manajemen dan usaha koperasi,
  • Pemilihan, pengangkatan dan pemberhentian Pengurus dan Pengawas,
  • Rencana kerja, rencana anggaran pendapatan dan koperasi, serta pengesahan laporan
  • keuangan,
  • Pengesahan pertanggung jawaban pengurus pelaksanaan tugasnya,
  • Pembagian sisa hasil usaha dan pengabungan, peleburan, pembagian dan pembubaran
  • koperasi
Anggota koperasi adalah pemilik dan sekaligus sebagai pengguna jasa (identitas ganda
anggota koperasi), merupakan ciri universal dari badan usaha koperasi, bila pemilik badan
usaha dan pengguna jasa tidak identik, maka badan usaha tersebut bukanlah koperasi.
Identitas anggota koperasi yang unik inilah yang membangun kekuatan pokok dari koperasi,
jadi yang disatukan ke dalam koperasi sebenarnya adalah kepentingan atau tujuan ekonomi
yang sama dari sekelompok individu. Karena itu lebih tepat apabila koperai disebut sebagai
kumpulan dari kepentingan ekonomi yang sama dari sekelompok orang-orang atau kelompokan
badan hukum koperasi.
2. Pengurus
Pengurus merupakan wakil dari Anggota yang dipilih dalam Rapat Anggota yang dari
dan oleh Anggota untuk menjalankan/mewakili Anggota dalam menjalankan perusahaan
koperasi. Pengurus bertanggung jawab mengenai segala kegiatan pengelolaan koperasi dan
usahanya kepada Rapat Anggota. Sebagia pihak yang dipercaya oleh Rapat Anggota untuk
menjalankan roda organisasi dan bisnis, maka Pengurus wajib melaksanakan harapan dan
amanah yang diterima dari Anggota dalam Rapat Anggota. Pengurus harus mampu
menjabarkan kehendak Anggota dalam program kerja yang lebih teknis.
3. Tugas Pengurus
Pengurus memperboleh wewenang dan kekuasaan dari Rapat Anggota dan
melaksanakan seluruh keputusan Rapat , Anggota tersebut guna memberikan manfaat kepada
Anggota koperasi. Atas dasar itulah Pengurus merumuskan berbagai kebijaksanaan yang harus
dilakukan pengelola dan menjalankan tugas-tugasnya seperti: diungkapkan pada Undang-
Undang RI Nomor 25 tahun 1992 Tentang Perkoperasian Pasal 30 sebagai berikut:
  • mengelola koperasi dan usahanya; sebagai pihak yang dipercaya oleh Rapat Anggota
  • untuk mengelola organisasi dan usaha koperasi, Pengurus Koperasi harus berusaha
  • menjalankan semua kebijakan dan rencana kerja yang telah disepakati oleh Rapat
  • Anggota
  • mengajukan Rancangan Program Kerja serta Rencana Pendapatan dan Belanja
  • Koperasi (RAPBK); sebagai pengelola usaha Koperasi, Pengurus Koperasi harus
  • memiliki wawasan bisnis yang cukup.
  • Menyelenggarakan Rapat Anggota; sebagai pengelola organisasi koperasi, Pengurus
  • Koperasi antara. Lain harus mampu menyelenggarakan, Rapat Anggota Koperasi
  • dengan sebaik-baiknya
  • Mengajukan Laporan Keuangan dan pertanggungjawaban Pelaksanaan Tugas; sebagai
  • pengelola organisasi dan usaha koperasi memiliki kewajiban untuk
  • mempertanggungjawabkan kepengurusannya kepada Rapat Anggota
  • Menyelenggarakan pembukuan keuangan dan inventaris secara tertib;
  • Memelihara daftar buku anggota.
Salah satu ukuran organisasi yang sehat adalah
terselenggaranya administrasi organisasi yang teratur dan sistematis.
Selain Pengurus juga memiliki juga lain dalam memberikan pelayanan kepada Anggota
Koperasi dan masyarakat; mendelegasikan tugas kepada Manajer; meningkatkan pengetahuan
perangkat pelaksanaan dan Anggota; meningkat penyuluhan dan pendidikan kepada Anggota;
mencatat mulai dari sampai dengan berakhirnya masa ke Pengurusan Pengawasan dan
Pengurus; dan mencatat masuk dan keluarnya Anggota.
4. Wewenang Pengurus
  • Wewenang pengurus ialah:
  • Mewakili koperasi di dalam dan luar;
  • Memutuskan penerimanan dan penolakan Anggota baru serta pemberhentian Anggota
  • sesuai ketentuan dalam Anggaran Dasar;
  • Melakukan tindakan upaya bagi kepentingan dan kemanfaatan koperasi sesuai dengan
  • tanggung jawabanya dan keputusan Rapat Anggota.
5. Persyaratan Menjadi Pengurus
Mengingat begitu pentingnya dan strategisnya tugas Pengurus Koperasi, maka dalam
memilih Pengurus Koperasi hendaknya diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
  • Mempunyai sifat kejujuran dan keterampilan bekerja;
  • Percaya pada koperasi, mengadakan inventarisasi dan aktif dalam usaha koperasi;
  • Mampu dan cakap untuk mengambil keputusan bagi kepentingan organisasi;
  • Dapat bekerjasama dengan Pengurus lainnya sebagi sebuah tim (kompak), dan
  • menyokong keputusan-keputusan yang diambil dengan suara terbanyak;
  • Tidak memberi keistimewahan khusus bagi dirinya sendiri, saudara-saudaranya atau
  • kawan-kawannya;
  • Tidak membocorkan rahasia organisasi, dan;
  • Mempunyai wawasan yang luas serta mempunyai fikiran maju untuk mengembangkan
  • ide baru yang dapat membawa keberhasilan koperasi serta berani mencoba;
  • Mempunyai tekad yang bulat untuk mengabdi dan mengembangkan koperasi dan lain
  • sebagainya.
6. Fungsi Pengurus
Pengurus mempunyai fungsi idiil (ideal funcion), dan karenanya Pengurus mempunyai
fungsi yang luas, yaitu:
  • Fungsi Pengurus sebagai pusat pengambilan keputusan yang tertinggi dapatdiwujudkan dalam bentuk: menentukan tujuan organisasi merumuskan kebijaksanaan-kebijaksanaan organisasi menentukan rencana sasaran serta program-program dari organisasi; memilih manajer-manajer tingkat atas,serta mengawasi tindakan-tindakanya.
  • Pengurus sebagai Pusat Pengambilan Keputusan yang tertinggi merupakan perangkat organisasi yang bisa membawa perubahan dan pertumbuhan sekaligus merupakan sumber dari segala inisiatif.
  • Fungsi sebagai penasihat, fungsi sebagai penasihat ini berlaku, baik terhadap paraManajer, karyawan, maupun bagi para anggota-anggota.
  • Fungsi sebagai Pengawas. Yang dimaksudkan dengan fungsi sebagai Pengawas disiniadalah bahwa Pengurus memiliki kepercayaan dari anggota untuk mengatasi,menertibkan dan melindungi semua kekayaan organisasi.
  • Fungsi sebagai Penjaga Kelangsungan Hidup Organisasi, agar organisasi tetapberlanjut, maka pengurus harus.Mampu menyediakan adanya eksekutif/Manajer yang cakap dalam organisasi;
  • Perlu menyeleksi eksekutif atau manajer yang efektif;
  • Memberikan pengarahan kepada para eksekutif/Manajer;
  • Mengusahakan adanya Pengurus yang terdiri dari orang-orang yang mampumengarahkan kegiatan organisasi;
  • Mengikuti perkembangan pasar. Dengan demikian mereka bisa dengan tepat mengarahjenis barang-barang atau jasa-jasa apa yang akan dihasilkan oleh koperasi tersebut,sesuai dengan perkembangan permintaan di pasar dengan memperhatikan profitabilitasusaha
  • Fungsi sebagai simbol. Pengurus itu merupakan simbol dari kekuatan, kepemimpinandan sebagai motivator bagi tercapainya tujuan organisasi. Maka, Pengurus seharusnya berperan untuk:Menentukan tujuan organisasi, strategis perusahaan (corporate strategies) dan kebijaksanaan umum dari organisasi. Dalam rangka usaha memperoleh informasi para eksekutif, yang dapat digunakandalam perumusan kebijaksanaan, Pengurus perlu mengajukan pertanyaan secara cermat kepada eksekutif.
  • Memilih dan mengangkat eksekutif-eksekutif kunci.
7. Rapat-Rapat Pengurus
Salah satu kewajiban yang harus dilakukan oleh Pengurus koperasi dalam mengelola
koperasi adalah menyelengarakan Rapat Pengurus secara rutin. Hal-hal yang penting untuk
dibicarakan adalah:
  • Membicarakan berbagai kebijakan yang berhubungan dengan pelaksanaan keputusanRapat Anggota, sehingga berbagai keputusan tersebut dapat ditindaklanjuti dengancara, sebaik-baiknya;
  • Membicarakan pembagian tugas antara sesama anggota Pengurus, sehingga setiapanggota Pengurus mengetahui batas-batas wewenang dan tanggung jawabnya masingmasing.Dengan demikian akan tercipta suatu tata kerja pengurus yang baik dan serasi
  • Menetapkan pekerjaan yang perlu dilakukan, oleh pegawai dan koperasi lainya. Jika usaha koperasi mengalami peningkatan maka tidak tertutup bagi koperasi untukmemiliki organisasi perusahaan yang cukup besar dengan jumlah pegawai yang tidak sedikit jumlahnya. Dalam hal ini, pembagian pekerjaan secara jelas tidak hanya padatingkat Pengurus, tetapi harus dilakukan hingga ke tingkat pegawai yang paling rendah.
  • Petunjuk dan bimbingan dari pejabat instansi terkait
Ditulis dalam KSP

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Komentar Terbaru
%d blogger menyukai ini: